Berkenalan Dengan Blade Template

Blade adalah template engine bawaan dari framework laravel. Keuntungan menggunakan template engine ini adalah kemudahan dalam syntax yang dipakai. Sehingga menggunakan blade dalam mengatur layout web yang kita bangun akan menjadi lebih mudah. Penggunaan blade template harus menggunakan ekstensi .blade.php.
Syntax Dasar Blade
Menampilkan Data (echo)

Nama : {{ $name }}

// identik dengan
Nama : <?php echo $name ?>

Nama : {{{ $name }}}

// identik dengan
Nama : <?php echo htmlspecialchars($name, ENT_QUOTES, 'UTF-8') ?>

Nama : {{ $name or 'guest' }}

// identik dengan
Nama : <?php echo isset($name)?$name:'guest' ?>

Menggunakan Statemen (if endif, if else endif)

@if ('A'==='A')
    @{{ ini adalah A }}
@endif


@if ('A'==='A')
    @{{ ini adalah A }}
@else
    @{{ Ini Bukan A }}
@endif


@if ('A'==='A')
    @{{ ini adalah A }}
@elseif ('B'==='B' )
    @{{ ini adalah B }}
@else
    @{{ Bukan A dan B }}
@endif

Menggunakan Perulangan (for, foreach, while)

@for ($i = 0; $i < 10; $i++)
    {{$i}}
@endfor


@foreach ($users as $user) 
    ID user {{ $user->id }}
@endforeach


@while (true)
    I'm looping forever.
@endwhile

Include Sub View

@include('folder.subview')

// passing variable
@include('folder.subview', array('var1' => 'value1'))

Memberi Komentar

{{-- Komentar, tidak akan ditampilkan --}}

Setelah mengetahui dasar-dasar syntax pada blade template, sekarang kita akan mencoba membuat layout sederhana.

  1. Buat folder layout di resources/views
  2. Buat file baru default.blade.php di resources/views/layout
    <!doctype html>
    <html>
    <head>
    <!-- css dan js -->
    </head>
    <body>
    <div class="container">
      <header> @include('layout.header') </header>
      <div class="contents"> @yield('content') </div>
      <footer> @include('layout.footer') </footer>
    </div>
    </body>
    </html>
  3. Buat file baru header.blade.php di resources/views/layout
    <ul>
      <li><a href="{{URL::to('/')}}">Home</a></li>
      <li><a href="{{URL::to('/about')}}">About</a></li>
    </ul>
  4. Buat file footer.blade.php di folder yang sama dengan file default dan header
    <div>My footer section here</div>
  5. Buat folder pages di resources/views
  6. Buat file home.blade.php di folder resources/views/pages
    @extends('layout.default')
    @section('content')
    	this is my home page
    @stop
  7. Buat file about.blade.php di folder resources/views/pages
    @extends('layout.default')
    @section('content')
    	this is my about page
    @stop
  8. Sekarang kita perlu menambahkan router untuk menghubungkan halaman.
    Buat routenya di folder app/Http/routers.php
    Route::get('/', function()
    {
    	return View::make('pages.home'); 
    });
    Route::get('contact', function()
    {
    	return View::make('pages.about'); 
    });

Contoh diatas hanyalah bentuk sederhana dari blade template untuk memudahkan dalam memahami. Anda dapat menambahkan lebih banyak file untuk sidebar misalnya atau memasukan elemen-elemen lainya kedalam layout.
Sekian Tutotial Programming kali ini semoga bermanfaat.

You may also like...

1 Response

  1. May 28, 2015

    […] Blade adalah template engine bawaan dari framework laravel. Keuntungan menggunakan template engine ini adalah kemudahan dalam syntax yang dipakai. Sehingga menggunakan blade dalam mengatur layout web yang kita bangun akan menjadi lebih mudah. Penggunaan blade template harus menggunakan ekstensi .blade.php. Anda bisa membaca kembali snytax dasar blade pada artikel Berkenalan Dengan Blade Template. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *